SELAMAAAAAT!!! anda memasuki kawasan blog sotta

Sunday, February 13, 2011

GARA GARA RADITYA DIKA


Bismillah



adalagi ini penyakit yang sedang merajalela di kalangan masyarakat... penyakit gila, kalau sy sebut kasarnya. penyakit gila yang terobsesi dengan salah satu idola. hmm.. apa lagi kl tokoh idola tersebut jagoo, pintar, lucu.. de.el.el. udah banyak yang jadi korban, mungkin sy juga pernah jadi salah satu korban keganasannya (lebayy). 


nah... bahayax kl sdah d diagnosa berpenyakit ini, korban akan melakukan sesuatu yang jarang ia lakukan.. contohnya, kalau dia suka Bambang Pamungkas, dia akan langsung menyukai bola, rajin latihan atau bahkan buat kumis ala BP. dan salah satu contoh yang akan sy share (bukan sy sih, tapi dia) adalah cerita dari temanku yang saat ini naksir berat dengan RADITYA DIKA. tau kan, siapa dia ?? yappss... penulis gokil, siapa saja yang baca hasil tanganx, bisa ngakak.. coba saja d bacakan d depan orang yang berpenyakit parah, pasti akan sembuh !! ckckc lebay roong.

ini dia nih, note kecil dari ku... asli, tumben.tumben nih anak (baca: Aswarin Prastiani) jadi mau nulis note. hmm... gara.gara RADITYA DIKA lagi nih. sy kira, penyakitnya hanya muless... kepala sakit. ternyata... eh ternyata ,, 

eitss... kalau suka ama RD artinya suka baca dong nih anak. tp se tauku, dia tdk suka baca, rajin beli buku emang... tp buat d jadiin koleksi. yang baca ?? yaa... kita ini teman.temanx, kecuali si mute' mu'min (ini anak,, 11:12 dengan arin, sumpah deh... malas baca)

hmm... oke. sy tak mau panjang lebar. d baca sajalah note kecil temanku ini... check it out



Monday, February 7, 2011

perempuan dan cinta


bismillah

PEREMPUAN menurut definisi adalah orang (manusia) yg mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita; istri; bini, betina.  tapi bukan itu yang akan sy paparkan, melainkan definisi PEREMPUAN/ WANITA/ AKHWAT . yaitu dia yang menjaga prilaku dan menjaga perasaanx, agarLELAKI/ PRIA/ IKHWAN  tidak  muncul penyakit dalam hatinya.

sy membaca sebuah note dari blog teman , sedikit menyenter kata" yang tertera d salah satu artikelx dan sy jatuh hati (cie...suit.suit) dengan kalimat yang berbunyi, begini :

AKHWAT SEJATI...
BUKAN DILIHAT DARI KEKHAWATIRANNYA DI GODA ORANG DI JALAN
TAPI DARI KEKHAWATIRAN DIRINYA YANG MEMBUAT ORANG TERGODA....

d bangun hanya dari beberapa kata" tapi memiliki banyak makna. 1 kalimat yang cukup membuat sy sedikit malu, membuat sy sangat tersinggung. tapi, entahlah bagi ukhti ... apakah ikut merasakan apa yang sy rasakan atau tidak tersentuh sama skali.

ukhtii,
kita adalah seorang perempuan yang memiliki hati yang sangat tipis. mudah tersakiti, menyakiti dan susah disembuhkan. perempuan slalu di kalahkan oleh perasaanx, dijatuhkan oleh hati yang kurang terjaga bahkan dibunuh oleh rasa kasihan/ simpatik yang berlebih. dan kita menyadari itu ...
jika berbicara tentang perasaan perempuan, sy tertarik membahas soal CINTA ..

Tuesday, February 1, 2011

Astagfirullah.., Surat Cinta Untuk Ikhwah....


Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh …..

Ikhwati fillah…. dalam sebuah jejaring ana dapatin ni note. Insyaallah bermanfaat jika ada yg mau baca… silahkan di baca n direnungkan… sebab hanya org yg mau merenung n berfikirlah yang akan mendpatkan pelajaran…
Malam telah larut terbentang. Sunyi. Dan aku masih berfikir tentang dirimu, akhi. Jangan salah sangka ataupun menaruh prasangka. Semua semata-mata hanya untuk muhasabah terutama bagi diriku, makhluk yang Rasulullah SAW sinyalirkan sebagai pembawa fitnah terbesar.—Suratmu sudah kubaca dan disimpan. Surat yang membuatku gementar. Tentunya kau sudah tahu apa yang membuatku nyaris tidak boleh tidur kebelakangan ini.

“Ukhti, saya sering memperhatikan anti. Kalau sekiranya tidak dianggap lancang, saya berniat berta’aruf dengan anti.” Jujur kukatakan bahwa itu bukan perkataan pertama yang dilontarkan ikhwan kepadaku. Kau orang yang kesekian. Tetap saja yang ‘kesekian’ itu yang membuatku diamuk perasaan tidak menentu. Astaghfirullahaladzim. Bukan, bukan perasaan melambung kerana merasakan diriku begitu mendapat perhatian. Tetapi kerana sikapmu itu mencampak ke arah jurang kepedihan dan kehinaan. ‘Afwan kalau yang terfikir pertama kali di benak bukannya sikap memeriksa, tapi malah sebuah tuduhan: ke mana ghaddhul bashar-mu?

Akhifillah, Alhamdulillah Allah mengaruniakan dzahir yang jaamilah. Dulu, di masa jahiliyah, karunia itu sentiasa membawa fitnah. Setelah hijrah, kufikir semua hal itu tidak akan berulang lagi. Dugaanku ternyata salah. Mengapa fitnah ini justeru menimpa orang-orang yang ku hormati sebagai pengemban risalah da’wah ? Siapakah di antara kita yang salah?

                                               ***********